Tuesday, 23 October 2012

Seputar Pengobatan Saya

Kemarin siang aku kontrol lagi ke Dokter Anggia di RS Bunda. Seperti biasa, di-USG transvaginal (selanjutnya aku sebut USG tv). Dari pemeriksaan, terlihat bahwa kista-kista kecil yang ada tidak sebanyak bulan kemarin. Hmm, istilah kista sebenarnya kurang tepat, karena yang tampak sebagai kista-kista itu adalah folikel-folikel telur yang tidak berkembang. Semoga perkembangan kecil ini berarti.

Oya, beberapa orang yang baca postinganku kemarin kayanya masih belum tau kenapa aku sepertinya susah untuk hamil. TTC (trying to conceive) thing ini memang merupakan "big issue" buat aku. Oke, aku cerita sedikit ya. Dari awal, aku udah tahu kalo ada something wrong, karena engga tiap bulan aku dapat mens.

Waktu di Malang, aku berobat ke Dokter Rahajeng di RS Melati Husada. Dokter Ajeng menyatakan bahwa aku mengalami gangguan ketidakseimbangan hormon. Aku diresepin Cyclo-Progynova. Belum lama menjalani pengobatan di Dr. Ajeng, aku pindah ke Jakarta. Pada mulanya, aku berencana untuk mengunjungi Klinik Sam Marie yang khusus menangani infertilitas. Tapi karena lokasi kliniknya yang jauh dari tempat tinggalku, rencana itu belum juga bisa terealisasi. Sekedar info, klinik Sam Marie itu di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, padahal aku tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pada bulan Maret, waktu aku ke Pekalongan untuk menghadiri acara lamarannya Dik Ellys, sepupu aku, Budeku disana menyarankan aku untuk dipijat saja ama seorang tukang pijat disana. Katanya siy, banyak yang bisa hamil setelah beberapa kali dipijat sama dia. Lagipula ngapain buang duit mahal-mahal buat biaya ke dokter. Karena engga enak sama Bude, aku nurut aja. Kata tukang pijatnya, saluran telurku tersumbat, jadi harus dibuka. Agak sakit gitu siy, waktu dipijat, tapi aku bisa tahan. Selesai pijat, perut rasanya kram gitu. Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, aku sampe nangis sendirian di bis karena bener-bener ngerasa engga nyaman dengan kram yang terus-terusan dateng dan engga mau pergi. Oya, selain dipijat tadi, aku juga diberi jamu untuk diminum tiap hari. Emm, lebih tepatnya disuruh beli. Harganya lumayan juga, 300ribu.

Dua bulan kemudian, saat sepupuku menikah di Pekalongan juga, aku dipijat lagi. Untuk sesi yang kedua ini, baru beberapa menit dipijat, si tukang pijat tadi bilang kalo di dalam perutku udah ada isinya. Aku dibilang udah hamil 2 minggu. Perasaanku saat itu...biasa aja. Karena kurang yakin, jadi aku dan Mr. Banker yang saat itu  menemani, memutuskan untuk menyimpan sendiri berita ini. Tapi kita lupa buat minta tukang pijatnya buat diem-dieman aja. Keluar dari ruangan, si tukang pijat mengabarkan berita yang menurutnya adalah berita gembira ini ke sanak saudaraku yang lagi ngumpul di ruang keluarga. Semuanya langsung heboh kasih selamat. Tapi ada satu tanteku yang adalah seorang bidan yang terlihat kurang antusias dengan berita tadi. Beliau menyatakan bahwa janin yang berusia 2 minggu belum bisa diraba keberadaannya. Untuk lebih memastikan, sebaiknya aku test pack dulu. Hasil test pack menyatakan negatif, namun tanteku tadi menyarankan untuk USG aja, biar lebih pasti. 

Karena keterbatasan waktu, aku memutuskan untuk USG di Jakarta aja. Aku minta ijin sebentar ke atasanku untuk USG di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat yang lokasinya deket ama kantor. RS ini adalah jujugan temen-temen kantorku yang lagi hamil. Murah meriah katanya. Selama aku menunggu giliran untuk USG, aku ngerasa nelongso. Di sekitarku banyak ibu hamil. Dan engga jarang yang ditemenin ama suaminya. Bikin nyesek aja.

Hasil USG tv menyatakan bahwa aku engga hamil. Plus ada 1 info lain yang didapatkan oleh dokter umum yang tadi meng-USG. Aku didiagnosis menderita PCOS. Apa pula itu? Intinya, PCOS alias Polycystic Ovary Syndrome merupakan gangguan proses pematangan sel telur yang terjadi pada seorang wanita yang biasanya ditandai dengan gangguan pada siklus haid sekaligus gangguan kesuburan. Adanya ketidakseimbangan hormon menyebabkan pelepasan sel telur terhambat karena sel telur sulit matang.

Jadi begini...di dalam indung telur terdapat kantung folikel, yang mengandung sel telur. Pada siklus menstruasi, indung telur melepaskan 1 sel telur. Proses ini dikenal dengan istilah ovulasi. Pada kasus PCOS, sel telur dalam folikel tidak matang sehingga tidak dilepaskan oleh indung telur. Akibat dari kondisi tadi, sel-sel telur yang tidak matang akan membentuk kista yang sangat kecil di dalam indung telur. Perubahan inilah yang menyebabkan gangguan pada kesuburan (infertilitas). Untuk lebih lengkapnya, dapat membaca postinganku berikutnya tentang PCOS.

Aku lanjutin ceritaku ya. Oleh dokter umum tadi, aku disuruh berkonsultasi dengan dokter spesialis. Untuk itu aku kudu ngantri lagi. Membayangkan kudu ngantri lagi sambil melihat pemandangan sekitar yang bikin nyesek tadi bikin aku males. Aku memutuskan untuk langsung kembali ke kantor aja. Tentang hasil USG yang menyatakan aku engga hamil tadi, sebenarnya dari sebelum USG pun aku udah menyiapkan diri buat menerima kenyataan kalo aku ternyata engga hamil. Walo udah nyiapin mental, air mata tetep jatuh. Dari mulai ngantri lift di RS sampe naik bajaj trus nyampe kantor lagi, air mataku engga bisa berhenti. Yah, mungkin mood-ku saat itu lagi engga bagus aja jadi berasa sedih banget.

Selanjutnya aku cari-cari info dimana Rumah Sakit yang deket ama kantor trus bagus untuk program kehamilan. Ada yang bilang kalo RS Bunda itu bagus. Jadi aku bikin appointment deh, buat konsul disana. Aku ngerasa engga nyaman kalo dokternya cowo, jadi aku pilih dokter cewe. Kenapa akhirnya pilihanku jatuh pada Dokter Anggia? Engga lain engga bukan, karena namanya berawalan huruf A, jadi di daftar jadwal dokter, ada di urutan kedua, sehingga langsung keliatan. Sesimpel itu alasannya :p

Udah sekitar 10 kali aku kontrol ke Dokter Anggia. Terapinya dengan obat-obatan oral. Abis dari dokter, biasanya aku langsung browsing tentang obat-obatan tersebut. Baca efek sampingnya kadang bikin serem. Tapi dokter pasti udah memperhitungkannya, jadi aku percaya aja, deh. Apa aja siy, yang udah pernah diresepin ke aku? Ini dia! Plus sekalian aku infoin harganya ya... sapa tau ada yang butuh info tentang itu (sesuai harga pembelian di apotek di RS Bunda).

ilustrasi (sumber dari sini)
1. Glucophage. Obat ini biasanya diperuntukkan untuk penderita diabetes. Walaupun aku bukan penderita diabetes, ada efek obat ini yang dibutuhkan untuk pengobatanku, yaitu mengendalikan insulin, gula darah dan androgen. Obat ini menurunkan resiko diabetes dan penyakit jantung serta memulihkan siklus haid dan fertilitas. Biasanya mengkonsumsi obat ini menyebabkan keluhan mual2, muntah, pusing, atau diare. Tapi entah kenapa, aku engga ada keluhan apa-apa selama mengkonsumsi obat tersebut. Harga : murmer lah, cuma beberapa ribu aja.

2. Lutenyl. Berfungsi untuk memperbaiki siklus menstruasi. Lutenyl mengandung senyawa progesteron. Bila seseorang tanpa kelainan hormonal (dalam keadaan sehat) diberikan hormon ini sudah tentu akan menyebabkan tidak datangnya menstruasi dikarenakan kadar progesteron dalam darah akan dipertahankan dalam keadaan yang tinggi, sehingga obat ini biasanya digunakan orang yang mau naik haji untuk mencegah datangnya menstruasi. Katanya siy, untuk membeli obat ini juga kudu dengan resep dokter. Harga : Rp 196.500,- (lupa berapa isinya).

3. Dipthen. Digunakan untuk stimulasi ovulasi yaitu merangsang pertumbuhan sel telur. Obat ini tidak boleh dibeli bebas dan pemakaiannya harus dengan pengawasan dokter. Karena kalau digunakan berlebihan dan tidak tepat dapat merangsang indung telur terus menerus dan mengakibatkan terjadinya kista pada indung telur, bahkan bisa pula menjadi kista yang ganas. Harga : Rp 132.000,- (cuma 5 tablet).

4. Folic acid. Ini bahasa Inggris untuk asam folat. Asam folat diperlukan dalam pembentukan sel baru termasuk sel syaraf dan butir darah merah. Setiap orang membutuhkannya. Vitamin ini sangat penting bagi wanita yang akan hamil, apalagi sedang hamil. Jika seorang ibu yang akan hamil memiliki asam folat yang cukup di dalam tubuhnya, maka keadaan ini dapat mencegah terjadinya gangguan otak dan sumsum tulang belakang pada janin. Asam folat merupakan salah satu vitamin B. Karena sifatnya yang tidak larut lemak, maka vitamin ini mudah dikeluarkan dari tubuh. Kemungkinan terjadinya penumpukan sangat kecil, sehingga lebih aman dibandingkan kelompok vitamin tidak larut air.  Harganya ga jauh beda ama Glucophage, murmer.

5. Natavit. Merupakan suplemen yang mengandung AA, DHA, dan asam folat. Harga : Rp 117.000,- (isi 30 tablet)

6. Ovacare. Merupakan suplemen untuk meningkatkan kesuburan rahim. Efek sampingnya mual, sakit kepala, dan diare. Harga : Rp 153.000,- (isi 30 tablet).

7.  Lactafar. Kandungannya adalah minyak ikan, EPA, DHA, dan asam folat. Lebih umum digunakan untuk ibu hamil dan menyusui karena membantu proses pertumbuhan dan perkembangan normal otak,syaraf dan mata pada janin. Harga : Rp 177.000,- (isi 30 kapsul).

8. Ofertil. Merupakan obat untuk membantu otak menstimulasi indung telur (pemicu ovulasi, biasanya diistilahkan sebagai obat penyubur). Harga Rp 154.000,- (isi 10 tablet)

Masih ada lagi, engga, ya? Ntar deh, kalo udah inget, ditambahin :p

Yang agak bikin deg-degan niy saat ini adalah karena Selasa depan aku dijadwalkan untuk HSG. Dari hasil browsing, Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG) yang dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii). Tujuannya untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas.

Pemeriksaan HSG juga bisa mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang.

Sakit engga, ya? Kata sumber tadi, Anda akan merasa tidak nyaman ketika kateter dipasang dan cairan kontras disuntikkan, bahkan merasakan kram perut seperti ketika menstruasi bila ada sumbatan di saluran telur. Anda juga bisa merasakan sakit kepala ringan dan sakit di perut bagian bawah karena iritasi di selaput perut (peritoneum). Namun, rasa sakit tersebut tidak akan berlangsung lama. Lagipula, Anda akan diberi obat penahan sakit (anti-nyeri) saat pemeriksaan dilakukan. Mungkin Anda juga diberi antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi akibat pemeriksaan ini.

Bila memang ada sumbatan, pengobatannya ada beberapa macam. Jika penyebabnya adalah infeksi, maka bisa diatasi dengan pemberian obat (tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter). Metode lainnya, jika penyumbatan ringan, solusinya adalah dengan hidrotubasi. Istilah awamnya, ditiup. Hidrotubasi dilakukan dengan menyemprotkan cairan ke dalam rongga rahim untuk menekan tuba falopii agar sumbatan terbuka. Sumbatan yang ada tidak terbuka hanya dalam sekali tiup. Biasanya hidrotubasi dilakukan 3 kali.

Jika penyumbatan diduga karena endometriosis, bisa dilakukan bedah laparoskopi. Bedah invasif minimal ini dilakukan untuk melihat stadium dari endometriosis. Stadium 1 dan 2 dikategorikan ringan, 2 dan 3 stadium sedang, dan stadium 3 dan 4 termasuk berat yang membuat sulit memiliki anak. Stadium ini diperlukan untuk menentukan terapi. Sejauh ini bedah laparoskopi hanya untuk melihat stadium endometriosis, walau 20 persennya bisa untuk mengatasi perlengketan, yaitu melepaskan perlengketan dari organ-organ kandungan terhadap organ sekitarnya.

Mudah-mudahan proses HSG-nya lancar, deh. Moga engga ada sumbatan juga :)

8 comments:

  1. dear istiiii..
    peluk dulu aaah.. aku silent reader yg doyan bolak-balik ke 'rainbow journey' lhoo.. baru kali ini menampakkan diri :)
    abis liat DP bbm-mu, kayaknya ada tulisan baru di blog yg perlu dibaca neeh.. lgsg deh meluncur kesini. hehehe..

    semangat ya isti utk program TTCnya.. I feel u, cos I fit your shoes. I am PCOs diagnosed, get terrible uneven menstrual period, have been married for more than 5 years, once sorrowed for 9-weeks missed-abortion, before I luckily have my first daughter. she is 4 months old now, and I can't thank Alloh enough for this..

    oh yaaa, HSG juga udah pernah, dan ga sakit2 amat kok kl dibandingin sm perjuangan yg sdh kita lalui kok.. ada nyeri sedikit (eh, banyak ding.. hehehe) tapi kuncinya tetep be relax, atur nafas aja. alhamdulillah waktu itu hasil HSGku dua2nya patent. aku doakan kamu juga patent yaa..

    chechap chemugud kakaaa.. #eeaaa

    ReplyDelete
  2. Waaa, makasiy udah sering berkunjung! *peluk intan*
    Alhamdulillah, penantiannya intan akhirnya benar2 membuahkan hasil ya? Mudah2an aq segera diberi kepercayaan juga buat punya baby...
    Iya, moga hasil HSG-ku patent juga :)
    Thx a lot buat semangatnya, intan :-*

    ReplyDelete
  3. Mba Isti... I feel you!! *hugss Tetep optimis ya mba.. Pasti ada hikmah dibalik cobaan buat kita ini..

    GBU =)

    ReplyDelete
  4. *Hugs balik buat my dear cousin, Carryn*
    Yup, kudu tetep optimis ;)
    ntar kalo udah jadi nyobain berobat ke Pak Sobri, cerita yaaa

    ReplyDelete
  5. Memang ya sist usaha untuk melengkapi kebahagian kita jadi perfect woman itu gak mudah.
    aku juga gitu,setelah selesai Laparoskopi dan inj.Endrolin ternyata Allah masih sayang sama aku.
    Aku diuji lagi,something wrong with my hubby....
    Berhusnudzon ajah sama putusan Allah, dan tetap semangat. Insya Allah saat yang kita nantikan untuk segera hamil itu ada didepan mata. Sabar dan banyak2 menyemangati diri dan pasangan yah...

    ReplyDelete
  6. Wah, Mba juga sedang trying to conceive ya?
    Iya, moga kita dilimpahi banyak kesabaran dan prasangka baik kepada Allah SWT :)
    Makasiy sharing semangatnya ya, Mba *hugs*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum mba gmn sdh hamil kah mba?saya pgn berobat ke dokter juga mba d mana ya dokter yg enak dan ngak asal mutusin harus bayi tabung...?menurut pengalaman mba

      Delete
  7. Waalaikum salam, Mba Indri. Makasiy sudah mampir dan leave comment disini.
    Saya sudah sempat hamil setelah melalui program inseminasi (bisa dibaca di sini : http://www.istithoriqi.com/2013/11/and-result-is.html). Sayangnya karena janin tumbuh di luar kandungan, terpaksa tidak bisa diteruskan. Setelah itu saya masih belum program lagi :)
    Tentang dokter yang bagus, saya juga bingung mau merekomendasikan siapa, Mba. Kebetulan saya baru berobat di 1 dokter aja di Jakarta, Dokter Anggia di RS Bunda.

    ReplyDelete