Sunday, 14 April 2013

The Curious Case of Benjamin Button

Tentang The Curious Case of Benjamin Button, film ini udah lumayan lama rilisnya, tahun 2008. Jadi  aku en Ivna yang baru nonton film ini kemaren malem emang bisa dibilang telat parah. Padahal dari awal aku udah dikasihtau kalo film yang diangkat dari kisah nyata ini bagus. Film ini masuk nominasi dalam 13 kategori pada Academy Award 2009. Dari 13 kategori itu, hanya 3 kategori teknis yang berhasil diraihnya yaitu Best Makeup, Best Art Direction, en Best Visual Effects.


The Curious Case of Benjamin Button bercerita tentang kisah seorang pria bernama Benjamin Button (cast : Brad Pitt) yang mengidap penyakit aneh, yaitu penuaan terbalik (ages backward). Ia terlahir dengan kondisi seorang manula berumur 80 tahun. Karena wajah monster yang dimilikinya saat lahir, sang ayah langsung membuangnya ke sebuah panti jompo, sambil menyelipkan uang 18 dolar ke dalam selimut bayinya. Ibunya sendiri wafat saat melahirkan dirinya. Di panti jompo itu, Benjamin dirawat oleh Queenie (cast : Taraji P. Henson). Dari hari ke hari, seiring dengan pertambahan umurnya, penampilan fisiknya malah semakin bertambah muda.

Benjamin (narrating) :
  "My name is Benjamin Button, and I was born under unusual circumstances. While everyone else was aging, I was gettin' younger... all alone."

Sedari kecil, Benjamin memang sudah menyadari bahwa ia berbeda dari orang kebanyakan. Ia pernah bertanya pada Queenie yang dipanggilnya "Mama".

Benjamin :
  "Momma? Momma? Some days, I feel different than the day before."
Queenie :
  "Everybody feels different about themselves one way or another, but we all goin' the same way."
Kehidupan Benjamin diwarnai dengan kehadiran Daisy Fuller (cast : Cate Blanchett) yang dari kecilnya  (Daisy kecil diperankan oleh Elle Fanning) memang sudah merasa bahwa Benjamin adalah seseorang yang berbeda.

Elle Fanning sebagai Daisy berumur 6 tahun

Daisy (age 6) :
  "Are you sick?"
Benjamin :
  "Well, I heard momma and Tizzy whisper, they said I was gonna die soon but, maybe not."
Daisy :
  "You're odd. You're different than anybody I've ever met."

Si Benjamin ini bekerja sebagai awak kapal. Seperti yang diminta oleh Daisy, di setiap tempat yang disinggahinya, ia mengirim kartu pos untuk Daisy. Yang paling bikin aku hampa adalah waktu Benjamin jatuh cinta sama istri menteri perdagangan Inggris yang ketemu ama dia di sebuah hotel di Murmansk yaitu Elizabeth Abbott (cast : Tilda Swinton).

Benjamin (narrating) :
  "Her name was Elizabeth Abbott. She was not beautiful. She was plain as paper. But she was as pretty as any picture to me." 



Benjamin ngirimin kartu pos ke Daisy yang isinya : "Murmansk. Cold. I'm in love." Karena menurutku, benernya mereka berdua udah saling jatuh cinta, tapi engga menyadarinya, aku jadi ngerasa gimanaaa gitu waktu nonton adegan Daisy baca kartu pos itu. Padahal di adegan itu Daisy kliatan biasa-biasa aja. Malah itu yang bikin aku nyesek :'(

Kehidupan mereka seperti berjalan sendiri-sendiri, sampe suatu saat Daisy yang adalah seorang penari mengalami kecelakaan (ditabrak taxi) sampe masuk RS.

Benjamin (narrating):
  "If only one thing had happened differently: if that shoelace hadn't broken; or that delivery truck had moved moments earlier; or that package had been wrapped and ready, because the girl hadn't broken up with her boyfriend; or that man had set his alarm and got up five minutes earlier; or that taxi driver hadn't stopped for a cup of coffee; or that woman had remembered her coat, and got into an earlier cab, Daisy and her friend would've crossed the street, and the taxi would've driven by. But life being what it is - a series of intersecting lives and incidents, out of anyone's control - that taxi did not go by, and that driver was momentarily distracted, and that taxi hit Daisy, and her leg was crushed."

Waktu nyimak narasi di atas, aku jadi mikir. Sebelum kecelakaan terjadi, Daisy melakukan rutinitas menari seperti biasanya. Engga telat, dan engga kelamaan. Hanya saja, di bagian kota yang lain, ada kejadian-kejadian di luar kuasanya yang terjadi engga seperti biasanya. Yang kalo saja semua kejadian yang ada terjadi menurut rutinitas biasanya, kecelakaan itu engga bakal terjadi.

Tapi kalo Daisy engga kecelakaan, bisa jadi Benjamin engga bakal dateng buat menemui dia (di RS). Pada awalnya Daisy yang frustasi karena dia udah engga bisa menari lagi tambah stres dengan kehadiran Benjamin yang keren banget (swear, disini Brad Pitt emang ganteng banget!), sehingga Daisy malah pengen Benjamin menghilang dari kehidupannya. Tapi beberapa tahun kemudian, dalam penampilan yang sepadan dengan usia, mereka hidup bersama (semacam kisah bahagia gitu deh).

Daisy : 
  "I figure you were born in 1918...49 years ago...I'm 43...we are almost the same age. We're meeting in the middle."
Benjamin :
  "We finally caught up with each other. Wait I wanna remember us just as we are now." 


Kalimat bijak yang muncul di benakku adalah... everything happens for a reason... Semua kejadian pasti punya alasan di baliknya mengapa harus terjadi. Yang bisa kita lakukan hanyalah ikhlas dan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang kita alami. 

Jadi inget juga kalimat yang diucapkan Queenie di awal cerita :
  "You never know what's coming for you."

Ceritanya dilanjutkan lagi, deh. Benjamin en Daisy berlayar ke berbagai tempat. Adegan jalan-jalan mereka ini bikin ngiri abisnya mereka kayak engga mikirin duit gitu. Hal itu dikarenakan Benjamin dapet aliran duit terus dari perusahaan kancing bernama Button's Button yang diwariskan oleh ayahnya (ada beberapa scene yang menceritakan pertemuan mereka).


Daisy :
  "Will you still love me when my skin grows old and saggy?"
Benjamin :
  "Will you still love me when I have acne? When I wet the bed? When I'm afraid of what's under the stairs?"
Daisy : 
  "What...what are you thinking?"
Benjamin :
  "I was thinking how nothing lasts, and what a shame that is."
Daisy :
  "Some things last."

Namun saat Daisy hamil, Benjamin memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka. Karena engga mungkin kan, dia menjadi ayah dalam kondisinya yang semakin bertambah muda itu. Daisy pun kemudian menikah dengan seorang duda. Pada suatu waktu, Benjamin sempat kembali menemui Daisy ketika usia (dan tentunya penampilan) Daisy sudah tidak muda lagi. Nyebelinnya, Benjamin muncul dengan penampilan cowo keren umur 18 tahun-an. Disini make up artist-nya emang hebat banget, mukanya Brad Pitt bisa kayak brondong unyu-unyu gitu. Hihihi...

Daisy :
  "Nothing lasts."
Benjamin :
  "I never stopped loving you."
Daisy :
  "Benjamin, I'm an old woman now."
Benjamin :
  "Some things you never forget."

Oya, menambah pelajaran tentang mengikhlaskan dan merelakan, yaitu waktu Benjamin nemenin Captain Mike Clark (cast : Jared Harris), yaitu kapten kapal tempat dia bekerja yang sedang menemui ajalnya.

Captain Mike Clark :
  "You can be as mad as a mad dog at the way things went, you can curse the fates, but when it comes to the end, you have to let go."

Di akhir surat untuk anak perempuannya yaitu Caroline (cast : Julia Ormond), Benjamin menulis kata-kata bijak berikut ini :
  "For what it's worth: it's never too late or, in my case, too early to be whoever you want to be. There's no time limit, start whenever you want. You can change or stay the same, there are no rules to this thing. We can make the best or the worst of it. I hope you make the best of it. I hope you see things that startle you. I hope you feel things you never felt before. I hope you meet people who have a different point of view. I hope you live a life you're proud of, and if you find that you're not, I hope you have the strength to start all over again."

Kesimpulannya...
Life can only be understood backward. But it must be lived forward.

What a good movie! Walo durasinya lumayan panjang, nyaris 3 jam, gitu, film ini engga ngebosenin. Oya, bagi yang udah pernah nonton Forrest Gump (cast : Tom Hanks), mungkin bakal ngerasa sedikit de ja vu. Aku sendiri udah nonton Forrest Gump en udah baca bukunya juga, but I didn't mind. Lagian Forrest Gump dirilis tahun 1994, yaitu 14 tahun sebelum film The Curious Case of Benjamin Button. Udah banyak yang lupa ceritanya kayaknya. Hihihi... Jadi, buat yang belum pernah nonton, niy film recommended banget!

4 comments:

  1. Aku punya DVD-nya :D

    Absolutely good movie!
    Kasihan tambah tua tambah jadi bayi. Totally suka banget sama akting Brad Pitt di film ini :D

    ReplyDelete
  2. Wah, dvd-nya udah ditonton sampe berapa kali tuh? Hihi...
    Yup, aktingnya total!!!

    ReplyDelete
  3. Hahahaha lagi iseng2 cari brad pitt malah ada beginian :) Gue juga suka sama filemnya.

    ReplyDelete
  4. Hihihi... film ini emang keren banget, ya, Mba Rana :)

    ReplyDelete