Thursday, 3 October 2013

Larut Bersama Yovie and His Friends

Setiap kisah cinta, ada lagu Yovie di dalamnya. Jadi, gimana rasanya kalo lagu-lagu yang sering menghiasi kisah cintamu dinyanyikan secara live di depanmu, oleh para penyanyi favoritmu? Terharu, bahagia, dipenuhi nostalgia sekaligus pengen jingkrak-jingkrak sambil teriak-teriak nyanyi bareng penyanyinya? Itu yang aku rasakan waktu nonton konser Yovie and His Friends tanggal 24 September kemarin di JCC. Aku engga sendirian, tapi bareng sama Ratna en Yofan yang juga sama-sama ngefans ama Mas Yovie. Apalagi Yofan yang kalo lagi pengen nyanyi, pilihannya engga jauh-jauh dari lagunya Yovie.

30 Tahun Yovie, Takkan Terganti

Dari awal kita tau kalo Yovie mau ngadain konser 30 tahun kiprahnya di dunia musik, kita bertiga udah heboh aja. Taunya siy karena Ratna yang adalah pemakai BRI Touch dapet sms dari BRI kalo ada promo buy 1 get 1 free untuk pembelian tiket festival Yovie and His Friends. Sayangnya, waktu kita telpon Call Center, kita dikasihtau kalo promo itu hanya untuk 20 pembeli pertama. Masih ada promo lain siy, diskon 30% untuk pembelian tiket festival dengan CC BRI apa aja. Tapi petugas Call Center-nya bilang, tiket festivalnya udah abis. Yang ada tinggal tiket yang harganya minimal 1 juta. Hmm, walo kita nge-fans berat, ngeluarin uang 1 juta buat beli tiket kok berasa sayang ya? *bukan fans sejati*


Di tengah terpaan rasa kecewa, aku berusaha menghubungi Rini, temen deketku di Kantor Pusat BRI. Rini ini temenku kuliah. Karena pinter, rajin,  en baik hati, Rini termasuk salah satu jujuganku kalo mau nyontek tugas. Hihihi... Waktu Rini kerja di Surabaya en aku di Pasuruan, beberapa kali kita jalan bareng. Yang aku masih inget, kita ikut makeover Revlon di Sogo. Didandanin abis-abisan trus dipoto ala cover majalah. Keren abis deh, hasilnya! Sayang hasil foto waktu itu sekarang entah berada dimana. Sampe saat ini pun, kita masih sering kontak-kontakan.

Sifat baik hatinya Rini jelas masih tetep. Waktu aku cerita tentang kegalauanku yang engga dapet tiket konser, Rini langsung nyariin ke Card Center. Kebetulan BRI Card Center berada di gedung yang sama dengan divisinya Rini, cuma beda lantai doang. Kebetulan lagi, Rini punya kenalan di BRI Card Center. Waktu dia nanya ke kenalannya, apa tiket festival masih ada. Jawabannya sungguh di luar dugaan! Masih tersisa 4 tiket! Alhamdulillah! Rini langsung pesen 3 tiket buat kita.   Alhamdulillahnya lagi, promo 30%-nya masih berlaku kalo bayar pake CC BRI. Jadinya dari harga 550ribu, kita cukup membayar 385ribu per orang. Plus bonus free take photo di BRI Touch Booth. Yeayyy!!! Bener-bener rejeki, ini namanya.


Pada hari H, kita berangkat dari kantor naik ojek. Kuatirnya kalo naik taxi engga keburu, gitu. Walo kita berangkat dari kantor, jangan dibayangin kita masih pake seragam ato baju batik (secara hari Selasa dress code kita adalah batik). Kita udah nentuin dress code sendiri yaitu ungu. Kenapa ungu? Apakah karena besoknya di kantor kita kedatangan band Ungu? Hmm, bukan itu alasannya. Besoknya kantor kita emang kedatangan band Ungu (berita lengkapnya ntar-ntar aja, deh, kalo engga males nulis :p), tapi engga ada hubungannya sama dress code kita sore itu. Kita pake ungu karena Yofan maksa pengen pake kaos ungunya, jadi aku en Ratna kudu ngikut. Udah, gitu doang alasannya. Makin engga penting, ternyata. Hihihi...

Tiba di JCC, kita ngeliat antrian panjang. Nanya ke salah satu orang yang ngantre, ternyata itu adalah antrean untuk masuk gedung. Baiklah, mari kita ikut mengantre. Mendekati pintu gedung, ada pemeriksaan juga. Hmm, makanan dan minuman dilarang masuk. Kita iseng nanya alasannya ke petugas, jawabannya cuma "karena ketentuannya memang demikian". Jawaban macam apah ituh -_-" Jadilah kita harus merelakan botol-botol air mineral yang barusan kita beli di depan JCC. Mana harganya 5 ribu per botolnya #apadeh

memasuki JCC

Setelah melewati pemeriksaan, kita disambut oleh booth-nya BRI Touch di sebelah kiri kita. Yuk kita ngantre buat poto gratis. Selain langsung dapet cetakan poto, mas penjaga booth-nya juga bersedia ngirimin softcopy-nya ke email. Asekkk...

Ini hasil potonya :




Abis poto-poto, kita...ngantre lagi. Hah, ngantre lagi? Yuppp, kali ini untuk memasuki venue sesuai dengan kelas tiketnya. So, yuk mare kita ngejogrok di lantai. Sembari menunggu, aku update Path dulu deh. Kegiatan kita menata 3 poto dari booth-nya BRI tadi di lantai memancing rasa penasaran dari penonton lain di sekitar kita. Beberapa orang yang punya rasa kepo tingkat tinggi dan tidak kuasa menahannya, nanya ke kita, gimana caranya bisa dapet poto kayak gitu. Kita jawab, "kita beli tiketnya pake CC BRI, jadi dari awal beli tiket, kita udah dapet voucher gratis poto di booth-nya BRI". Yuhuuu, numpang ngiklan ;)

ditata dulu buat dipajang di Path

Saat pintu masuk venue dibuka, penonton berhamburan masuk. Terutama penonton di kelas festival. Semuanya berlarian mencari posisi yang dirasa paling strategis. Kita bertiga ikutan heboh lari-larian. Hasilnya... dapet tempat di depan panggung. Engga persis di bibir panggung siy, tapi udah oke banget, lah! Buat nunjukin seberapa deket kita ama panggungnya, di tengah konser, aku minta Ratna en Yofan berpose membelakangi panggung. Keliatan kan, kalo posisi kita emang strategis banget? :D

di belakang mereka, Mas Mario lagi nyanyi

Oke, balik ke kronologis konser. Menunggu layar panggung dibuka itu sangat membosankan. Kita udah berada di depan panggung jam 19.30, namun konser dijadwalkan dibuka pukul 20.00. Belum juga konser dimulai, kaki udah capek duluan. Mau duduk juga engga bisa karena bagian depan panggung sudah sesak oleh penonton. Sedihnya, ternyata kita masih harus menunggu lebih lama lagi karena ketika jam sudah berhenti di angka 8, layar tak kunjung dinaikkan. Tapi engga papa deh, kita rela menunggu demi Mas Yovie #halah

penonton memenuhi seluruh venue

Pukul 20.30, layar di panggung mulai dihiasi oleh berbagai iklan. Pastinya iklan BRI yang paling mendominasi. Tak berapa lama, muncullah seorang cewe ke atas panggung. Sepertinya dia memegang peran sebagai host acara. Walo belakangan kita tau kalo dia cuma tampil sebagai pembuka. Dia menyampaikan beberapa penggal kalimat tentang sosok Yovie Widianto dan kiprahnya selama 30 tahun di dunia musik.

siapa dia?

Ada yang tau dia itu siapa? Kita bertiga dan sebagian besar penonton juga engga mengenali siapa dia. Sampai kemudian si host tersadar kalo penonton bertanya-tanya siapakah dirinya sehingga dia memperkenalkan diri "Saya Alexandra bla bla bla..." Ealah, penonton baru ngeh kalo dia Alexandra Asmasoebrata. Duh, maaf ya, Mba Alexandra. Abisnya Mba tampilnya bukan dengan kostum balap siy :p

Setelah Alexandra berlalu, perlahan layar yang menutupi panggung terbuka, diiringi oleh overture dari 'Bila Kuingat', 'Indah Kuingat Dirimu', 'Kasih Putih' dan 'Mendua'. Selanjutnya Lima Romeo tampil membawakan lagu "Merindu Lagi".

Tuhan tolong aku ingin dirinya
Rindu padanya, memikirkannya
Namun mengapa saat jatuh cinta
Sayang sayang dia ada yang punya

Lima Romeo singing and dancing

"30 tahun lalu saya pertama kali main piano untuk tingkat internasional disini. Merek piano saya waktu itu juga Yamaha, sama seperti sekarang," Yovie membuka konsernya #bukaniklan


Yovie Widiante, sang maestro

Setelah itu, penonton dihibur dengan penampilan banyak artis secara bergantian. Mario dengan "Terlalu Cinta", disusul "Katakan Saja" yang berduet dengan Marcell. Kemudian Marcell membawakan secara solo lagu "Satu Mimpiku" disambung dengan "Peri Cintaku" ditemani  Didit dengan biolanya. Lalu Lima Romeo kembali muncul dengan lagu "Pada Satu Cinta". Setelah mereka meninggalkan panggung, Rio Febrian muncul dan berduet dengan Dikta untuk lagu "Tunggu Dulu". Tak ketinggalan, Rio juga menyanyikan lagu andalannya, "Bukan Untukku".

duet Mario - Marcell

duet Rio Febrian dan Dikta

Konser Yovie ini memang dihiasi oleh kolaborasi beberapa artis, seperti duet di awal konser tadi. Masih ada juga lagu-lagu lain seperti "Dia Milikku" (Andien-Raisa), "Andai Ia Tahu" (RAN-Hedi), dan terutama satu lagu yang menjadi tema konser ini, "Takkan Terganti" dinyanyikan secara bersahutan oleh Mario, Marcell, Andien, dan Raisa. Epic banget deh!

duo cantik, Raisa dan Andien

Hedi Yunus dan RAN nyanyi bareng

Beberapa kali penonton juga disuguhi lagu-lagu yang dibawakan secara medley. Salah satu medley yang dibawakan oleh Kahitna bersama Dikta dan Lima Romeo terdiri dari "Tak Sebebas Merpati", "Janji Suci", "Cinta Abadi", dan "Menikahimu".

Kahitna, Dikta en Lima Romeo tampil keroyokan

Di konser ini, ada satu penyanyi yang aku engga kenal. Namanya Angela Nazar, penyanyi pendatang baru dari Belanda. Dia tampil membawakan "Sebatas Mimpi". Oke juga niy, suaranya ;)

Angela

Konser Yovie makin meriah dengan penampilan Sharon Corr yang ditemani biolanya. Engga nyangka aku masih apal banget lirik lagu "So Young" dan "Radio" yang dibawakan oleh Sharon. Waktu Sharon tampil ini, aku tiba-tiba berada dalam pembicaraan dengan seorang penonton lain di sebelah kiriku tentang dia anak keberapa dalam keluarga The Corrs.

Sharon Corr and her violin

Waktu Rick Price nyanyiin "Heaven Knows" dan aku pastinya ikut nyanyi bareng (lagi-lagi liriknya  semacam udah di luar kepala), lagi-lagi aku jadi berdialog dengan penonton lain, kali ini di sebelah kananku, tentang betapa everlasting-nya lagu ini. Hehehe... Nonton konser begini ternyata bikin kita tiba-tiba jadi akrab dengan orang lain, ya.

Setelah banyak lagu ditampilkan, mendadak aku kepikiran satu lagu yang menurutku seharusnya ada dalam konser ini. Aku bergumam sendiri, "Kok engga ada Mantan Terindah, ya..."

Ketika itu layar di belakang panggung menampilkan tulisan "Apa Kata Mereka Tentang..."
Kirain kata selanjutnya adalah "Yovie".
Tanpa disangka, kata selanjutnya adalah...

MANTAN

Langsung deh, beberapa penonton di sekitarku kompak ngomong ke aku "pas banget, baru aja diomongin!"

"Mantan Terindah" yang aku arepin buat muncul sukses dilantunkan dengan cantik oleh Si Cantik Raisa.

Ngomong-ngomong tentang "Cantik", aku heran sendiri, betapa penonton bisa kompak banget dalam berinteraksi dengan Kahitna di lagu "Cantik".
Kayak gini interaksinya :
Kahitna (nyanyi) : Cantik...
Penonton (cewe) : Apaaa?
Kahitna (nyanyi) : Ingin rasa hati berbisik, untuk melepas keresahan dirimu...Hoo oo cantik...
Penonton (tetep cewe) : Apaaa?

Seruuu!!!

Di tengah konser, ada sesi tebak lagu. Dari intro yang dimainkan, penonton udah langsung tau lagu apa yang akan dilantunkan oleh Hedy Yunus yang udah stand by di panggung. Bukannya menyebutkan judul begitu saja, penonton malah langsung kompak menyanyikan lagu tersebut.

Kemana langkahku pergi, s'lalu ada bayangmu...
Ku yakin makna nurani, kau tak 'kan pernah terganti...

Jadi, lagu apakah itu? Yuppp, "Untukku". Karena penonton tak juga berhenti menyanyi, Hedy Yunus berlagak protes "Trus saya kapan nyanyinya?" Dan akhirnya Hedy dan penonton bernyanyi bersama.

Pada konser ini, selain interaksi penyanyi dengan penonton seperti di atas, yang engga kalah asyik untuk disimak adalah interaksi antar pengisi acara.  Setelah membawakan duet lagu "Together We Will Shine", Sharon Corr dan Andien mengobrol di panggung. Sharon bercerita tentang kesalahannya menggunakan kata atau kalimat yang tepat dalam bahasa Indonesia. Tapi sekarang dia udah paham, jadi engga mungkin salah-salah lagi. Andien mencoba mengetesnya dengan menyuruh Sharon menyapa penonton. Sembari Sharon berpikir akan menggunakan kalimat apa, Andien membisikinya dengan maksud ngerjain. Dengan pasang muka bete, Sharon sedikit mengomel "Is she really my friend, or not?" Tapi kemudian mereka tertawa bersama.

Bully-bully-an yang terjadi antara Mario, Hedy Yunus, Rio Febrian, dan Marcell  juga sukses mengajak penonton tertawa. Mereka berempat juga sempat ngerjain Yovie dengan mengorek-ngorek pengalaman pribadi sang maestro terkait beberapa lagunya yang bertema perselingkuhan.

Selanjutnya, empat vokalis itu memberi tantangan pada Yovie untuk menciptakan lagu dalam waktu singkat. Salah satu penonton diminta naik ke panggung untuk menekan tuts piano yang mana nadanya akan digunakan di awal lagu. Para penonton heboh mengangkat tangannya, ngarep buat disuruh naik ke panggung. Sampe akhirnya dipilih seorang cewe seksi oleh Rio Febrian. Dia memilihkan nada do dan si. Selanjutnya penonton lain (kali ini engga pake maju ke panggung) menyumbang nada sol.

mba-mba seksi maju ke panggung

Next, the words. Berbagai kata dilemparkan oleh penonton. Mulai dari kata yang puitis sampe kata-kata yang menunjukkan demam Vicky bangsa kudeta dan harmonisisasi. Namun akhirnya terpilih tiga kata yaitu sakit, melayang, dan janda (kata terakhir disarankan oleh Titi DJ yang duduk di deretan kursi VIP).

Selanjutnya penonton memilih 2 dari 4 vokalis cowo yang memberi tantangan pada Yovie tadi. Berdasarkan suara terbanyak, terpilihlah Rio Febrian dan Marcell.

Dengan berbekal tiga nada dari penonton yaitu do, si, sol dan tiga kata yaitu sakit, melayang, dan janda, Yovie ditemani oleh Rio dan Marcell menuju belakang panggung. Proses penciptaan lagu ditampilkan di layar di samping kanan dan kiri panggung yang mana sama sekali tidak terlihat dari posisiku berdiri. Selama menunggu lagu dibikin, penonton dihibur oleh RAN dan Alexa, menampilkan Didit (masih dengan biolanya).

kolaborasi Alexa dan Ran

Sekitar 10 menit kemudian, Yovie, Rio, dan Marcell muncul lagi di panggung. Jadi, bagaimana hasil penciptaan lagu kilatnya? Seperti kebanyakan lagu Yovie sebelumnya, lagu yang diawali dengan kata "Melayang" ini terdiri dari 4 bait, yang mana salah satunya adalah bait Refrain. Cuma satu kata untuk menggambarkan lagu ini. Keren!

Aku ngebayangin Mas Yovie hanya butuh 5 menit buat nyiptain lagu, kemudian 5 menit berikutnya Marcell en Rio belajar membawakannya. Parahnya, walo cuma belajar nyanyi dalam waktu singkat, mereka berdua udah langsung improvisasi gitu. Memang ya, yang namanya penyanyi profesional engga perlu dipertanyakan lagi kemampuannya.

Bener-bener konser yang luar biasa menghibur! Lebih dari 35 lagu berhasil bikin kita bertiga dan semua penonton lain terhanyut. "Menjaga Hati" (Carlo dan Dikta), "Suratku" (RAN), "Kini" (Andien), "Kekasih Sejati" (Raisa feat. Tiwi dengan akordionnya), "Lajeungan" (yang dibawakan dengan sedikit tarian oleh Kahitna) sampe ke lagu favoritnya Yofan, "Janji Suci". Eh, baru ngeh kalo selama konser Yofan engga nyanyi sama sekali. Baru tau kalo ada tipe penonton konser yang maunya cuma diem ngedengerin penyanyinya. Hihihi, beda banget sama aku yang mengartikan konser sebagai kewajiban untuk ikutan nyanyi sampe suara abis. Konser yang aku engga ikutan nyanyi cuma konser paduan suara. Ya elah, kalo ini, emang udah aturannya kalo penonton kudu diem :p


Ketika jam menunjukkan pukul 23.30 WIB, konser ditutup dengan penampilan seluruh pengisi acara dengan lagu "Juwita" dan "Kemenangan Hati", dibarengi dengan tembakan confetti dari langit-langit.

semuanya nyanyi bareng

Kami bertiga bener-bener terpuaskan di konser ini. 385ribu untuk 3 jam 15 menit dan lebih dari 35 lagu... worth it banget! *ato malah murah banget?* Aku rasa, 3697 penonton lainnya juga merasakan hal yang sama. Sebelum keluar dari venue, kita bertiga poto dulu ah :p


Pulangnya, kami sempat ketemu beberapa artis. Salah satunya Titi Rajobintang yang cantik banget. Poto bareng is a must! :D

Isti dan Titi ;)

What a great nite! Thx to Yovie and His Friends... Dan juga thanks a lot buat Rini, sohib baikku yang udah ngusahain tiket :-*

8 comments:

  1. huwaaaaa.. postingan apa iniiiih??? huuuuh.. bikin ngiri ajah... huuuuh ga ajak2... huuuuh... *ngomel2in kompi* hahaha :P

    aku suka bgt tuh lagu2nya yovie.. aiih romantis2 bgt.. bikin jd ngayal2 gitu deh.. hihihi.. konsernya seru bgt yaaa *mupeng*


    ReplyDelete
  2. Hahaha...postingan ini memang didedikasikan untuk para penggemar Yovie yang engga nonton konsernya. Biar pada ngiri en mupeng. Huehehe *nenek sihir mode on*
    Yuppp, emang lagu-lagunya romantis semua. Termasuk lagu-lagu everlasting lahhh :D

    ReplyDelete
  3. Kalau mba Cova yang manis itu suka sama mas Yovie, kalau saya yang keren ini suka sama Mba Titi DJ nya. hiehiehiehiee; Soalnya tembang tembang mba TITI saya suka sekali. Salah satunya "kuingin" kalau nda salah hiehiehiehiehiee.

    Saya pernah me mention akun twtternya mba Titi DJ dan dijawab. Saat itu saya tanya kapan mba Titi show di Pontianak. Mba Titi menjawab mention twitter saya. Dia bilang boleh aja nunggu undangan iheiheiheheiee

    ReplyDelete
  4. wiiihhh, kereeennn....dan lagu2nya kahitna jg sempat mewarnai perjalanan kisah cintaku #Eh

    Cantiiikkk..... Apaaaa ? *jawab :p

    ReplyDelete
  5. @Pak Asep : Lha, berarti Pak Asep kudu mengundang Titi DJ tuh, Pak, untuk show di Pontianak :) Lagu-lagunya Titi DJ, saya juga suka banget, Pak. Everlasting juga...

    @Mak Irma : Hihihi, ternyata Mak Cantik masuk golongan yang sama yak :p Ato jangan-jangan emang pernah dirayu pake lagu "Cantik" itu :D

    ReplyDelete
  6. ini postingan yang aku tunggu2...lengkap..pas..bikin aku deg deg an, ketawa ketawa...seruuuu...kurang rekaman konsernya iiihh....besok besok kalau nonton lagi direkam ya...biar bisa ngerasain akunya.hahaha *nasib yang gak pernah bisa nonton konser lagi*

    Itu Yofan seriusan bener2 diem sepanjang konser?????

    ReplyDelete
  7. btw isti..habis nonton ini susah move on gak? hehehehe
    *mupeng maksimal*

    ReplyDelete
  8. Rekamannya ada, fik, tapi engga bisa di-upload. Masa 1 jam kbh blm slese2 nge-uploadnya. Jadi ya aq cancel ajah. Ntar klo qt ktmuan, aq puterin rekamannya :D
    Eh, waktu baca komenmu Yofan nanya, ini fiki siapa? Aq bilang, temen aq. Jadi Yofan niy bingung cos cara kamu nanya udah kayak kenal ama dia. Hihihi...
    Hah? Move on dari apa, fik? Dari mas yovie? Yang jelas abis nonton itu, aq jadi suka ngulang denger lagu2nya. Hehehe...

    ReplyDelete