Tuesday, 1 April 2014

Beruntung karena Kebetulan Beruntun

There is no such thing called concidence. Engga ada yang namanya kebetulan. Ada loh, yang bilang kayak gitu. Tapi aku engga tau, alasan apa yang bisa menyebabkan penampakan foto di bawah ini, selain karena beberapa kebetulan yang terjadi sambung-menyambung. Kebetulan-kebetulan yang sebenarnya bahkan engga ada hubungannya!

aku nyempil di pojokan

Seumur hidup, aku engga pernah punya keinginan bisa berfoto bersama Presiden. Walopun di masa kecilku, selama bertahun-tahun aku disuguhi foto ayah yang berjabat tangan dengan Presiden (waktu itu masih era Pak Soeharto) yang mana dipajang di ruang tamu, aku tetep engga pernah merasa pengen.

Beberapa waktu lalu, saat kunjungan SBY ke Batu karena letusan Kelud, ada seorang teman memajang foto SBY pada saat acara itu di Path-nya. Di foto itu, SBY tampak sangat jelas, engga terhalang orang ato apa. Yang ada di pikiranku, ini motretnya dari mana ya, pake kamera apa ya, bisa tampak sejelas ini. Trus dalam rangka apa ya, temenku ini bisa ada disitu. Bukannya dia ngantor di Malang? Udah, gitu doang. Engga pake ngiri. Belakangan aku baru tau kalo temenku ini ternyata asprinya Pak Walikota.

Oke, aku ceritain dari awal ya. Dimulai dari notifikasi email masuk yang adalah berasal dari sebuah daily deal yang mana aku udah terdaftar disana. Sebagai member, kalo ada voucher baru, aku pasti dapet email. Sebuah subject email menggelitikku. Yaitu penawaran parfum Elizabeth Arden Green Tea series dengan harga 279ribu saja. Menurutku itu murah banget. Sekarang aku emang lagi pake EA Green Tea Lotus. Waktu itu aku belinya di Duty Free KLIA dengan harga RM 100 (dengan kurs saat itu = 320 ribu). Sedangkan harga parfum itu kalo di Indonesia biasanya di atas 500 ribu.

sumber dari sini

Yang bikin bingung adalah dalam penawaran itu engga ada wangi Lotus. Selain Lotus, wangi lain dari Green Tea series yang pernah aku cobain cuma yang original en Cherry Blossom. Dua itu juga engga ada. Wedewww... bingung juga niy, jadinya. Mau nyobain tester ke counter-nya EA di mall kok males banget. Jadilah aku googling, nyari review tentang pilihan Green Tea series yang tersedia.

Waktu googling itu, aku nemu blog tentang produk-produk Elizabeth Arden. Lebih ke blog yang mempromosikan EA di Indonesia siy. Kebetulan dia lagi ngadain kuis. Hadiahnya mini replika sebuah parfum baru keluaran EA, yaitu Untold. Iseng-iseng aku ikutan. Beberapa hari kemudian, pas pengumuman pemenang, ternyata aku termasuk pemenangnya. Hadiah kuisnya bisa diambil di counter EA di Sogo Central Park. Wedeww, jauh bener! Mengingat ongkos kesana lumayan gede, aku penasaran untuk mencari tahu berapa nilai parfum yang mau aku ambil itu. Paling engga, ukurannya lah.

Jadi iseng pengen nanya ke pemenang lain. Siapa tahu ada yang udah ambil hadiahnya. Di antara deretan nama pemenang yang diumumkan via Twitter, ada 1 nama yang menarik. Kalvarina. Unik ya, namanya? Aku follow deh, trus aku mention di tweet, meminta ybs buat folbek aku cos aku mau nanya-nanya. Cara kayak gini emang engga selalu berhasil. Tapi engga ada salahnya dicoba. Sembari menanti folbeknya, aku nanya-nanya ke penyelenggara kuis. Plus googling aja. Eh, ternyata ketemu dunk, info yang aku cari. Untold mini replica ternyata berukuran 0,16 oz (sekitar 5 ml), nilainya $10.

Tentang Mba Kalvarina, dia akhirnya folbek aku, tapi ternyata belum ambil hadiahnya. Dari gayanya nge-twit, kayanya orangnya asyik deh. Aku jadi iseng baca-baca timeline-nya. Ternyata dia adalah quiz hunter. Walo demikian, tweet-nya engga selalu tentang kuis. Di tengah-tengah timeline-nya, aku menemukan sebuah tebak-tebakan tentang sebuah bangunan di Jakarta. Ini dia...

sumber : FB-nya penyelenggara tour

Pertanyaannya :

Di manakah saya berada?
#bocoransurveitur
a. Gereja
b. Kastil
c. Museum


Hmm, aku jadi penasaran. Masa iya, bangunan kayak gini ada di Jakarta. Tebakan di tweet tadi menyertakan sebuah link, membawaku ke Facebook Fanpage milik "Love Our Heritage", biasa disingkat LOH, yang ternyata adalah sebuah komunitas pencinta sejarah, seni dan budaya Indonesia. LOH ini sering menyelenggarakan berbagai acara, termasuk tour. Tour terdekat yang akan mereka adakan adalah tour yang mana salah satu agendanya adalah mengunjungi bangunan yang ada dalam foto di atas, yang mana ternyata berada di Museum Taman Prasasti. Judul tour-nya : “Jelajah Jakarta Pusat 2014 - Dulu, Kini & Mendatang". Selain ke Museum Taman Prasasti, peserta tour juga akan diajak mengunjungi Istana Negara, Museum Nasional, dan Jakarta City Planning Gallery.

Agenda kunjungan ke Istana Negara makin menguatkan niat untuk bergabung. Sebagai orang awam, aku engga tahu caranya untuk bisa berkunjung kesana. Jadi, kayanya kesempatan niy, buat liat penampakan Istana.

Jadwal tour Jakarta Pusat yang mengambil tanggal 1 Maret 2014 ini sedikit membuatku Andi Lau, alias antara dilema dan galau. Secara tanggal 3 Maret adalah ultahnya Mr. Banker, masa iya aku engga pulkam. Tapi setelah berdiskusi sejenak dengan atasanku, aku mendapat jawaban : engga pulkam. Hah, maksudnya untuk ikut tour ini pake diskusi segala, gitu? Jelas bukan itu lah topiknya! Yang didiskusikan adalah apakah kira-kira aku bisa ijin untuk engga masuk kantor tanggal 3 Maret yang kebetulan jatuh hari Senin. Karena Jumat tanggal 14 Februari kemarin aku udah ijin buat ke nikahan Olik, kok kayanya engga profesional banget kalo aku ijin lagi. Kemungkinan untuk bisa dapat cuti juga kecil untuk di-ACC Ibu Kabid karena awal Maret ini banyak acara yang kudu diurus *pencitraansebagaiseoranghumasprofesional*

Ya sudahlah, palu diketok, wiken itu aku engga pulang. Oke, berarti aku bisa ikut tour 1 Maret. Waktu minta ijin ama Mr. Banker, Alhamdulillah dibolehin. Sempat terlintas ide agar Mr. Banker aja yang ke Jakarta, bisa ikutan tour juga. Tapi karena satu dan lain hal, dia engga bisa. Jadi aku sendirian aja gitu, ikutan tour ini? Kan engga ada peserta lain yang aku kenal. Hmm, bagiku engga masalah. Bener-bener engga masalah, secara selama tour, aku nyante aja ngobrol ama beberapa peserta lain.

Pada saat mengikuti tour inilah kami bertemu Bapak Presiden SBY dan berkesempatan untuk foto bersama. Mba Meril, seorang WARA (Wanita Angkatan Udara) tang bertugas memandu kami di wisata kepresidenan itu mengatakan bahwa ia sudah menjadi pemandu wisata kepresidenan selama setahun, namun baru kali ini ia berkesempatan bertemu Presiden. Bukan sesuatu yang aneh karena Presiden memang berada di Istana Negara pada hari kerja, yaitu antara Senin sampai Jumat. Kebetulan pada hari ini Presiden bakal kedatangan tamu dari Palestina sehingga mau tak mau beliau harus berada di Istana. Yah, mungkin kami semua memang sedang beruntung hari ini.

Kami juga sempat diberitahu bahwa menjelang kedatangan Pak SBY, rombongan wisata setelah kami dikasih jarak yang jauh banget. Jadi mereka engga tau kalo 2 rombongan sebelumnya mendapat kesempatan langka berfoto bareng Pak SBY. Biar engga ngiri kali, ya...

Oya, waktu aku nunjukin foto yang aku taruh di awal postingan tadi ke ortuku, mereka minta aku cetak lagi fotonya dalam ukuran besar, buat dipajang di dinding ruang tamu di rumah Malang, Pastinya engga aku turutin siy >.<

Oke, demikian cerita tentang keberuntungan bisa berfoto bersama Presiden yang bisa terjadi melalui serangkaian kebetulan yang tak terduga. Cerita selengkapnya tentang tour Jelajah Jakarta Pusat itu sendiri akan ditulis di postingan terpisah. 

8 comments:

  1. jadi, bermula dari parfum, kemudian menang kuis, terus kenalan sama salah satu pemenang, habis gitu ikutan tur yaa,, mbulet tenan mbakk... hehehe

    ReplyDelete
  2. Yup, anda benar... Padahal pemenang lain yang ngetwit itu engga ikutan tour-nya :D

    ReplyDelete
  3. Hahaha... keren mak isti. Aku liat sby pernah cuma pas konferensi asia afrika di bdg bbrp tahun lalu.itu cuma liat doang gapake poto. Wkwkwk

    ReplyDelete
  4. Walopun aku di pojokan tetep keren kan, mak? #halah

    ReplyDelete
  5. Weiihh seruuu banget mak, hahaaaa

    ReplyDelete
  6. Hihihi...iya, Mak, cerita selengkapnya akan segera ditulis loh ;)

    ReplyDelete
  7. wah asyiknya bisa foto bareng pak SBY meski cuma dipojok ga papa, kan yang penting tampil bareng, btw salaman ga mba ? hihih..

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, Mba Dian... Tapi tetep engga salaman, siy. Kasian Pak SBY juga siy kalo nyalamin kita satu-satu, mana panas pulak, hehe...

    ReplyDelete