Tuesday, 29 April 2014

Belajar Berinvestasi dengan Reksa Dana

Sekitar 2 minggu yang lalu, kantorku ngadain In House Training alias IHT untuk pegawai dengan tema Financial Planning. Narsumnya Mba Titis dari QM Financial. Btw, Mba Titis ini sempet heboh diberitakan di media terkait dugaan penculikan. Maksudnya, Si Mba Titis yang diculik. Walo ternyata di akhir cerita tidak demikian adanya. Btw, di hari yang sama, tepatnya pada sore harinya, aku dikasihtau temen kalo ada berita tentang Ferdy Hasan yang ngelaporin QM Financial karena merasa dirugikan saat menjalankan rekomendasi dari penasehat keuangannya di sana.

Terlepas dari itu semua, ilmu yang aku dapatkan saat training engga ada salahnya lah, aku bagi dikit-dikit. Benernya ini request dari temen-temennya Widi yang nyuruh dia nge-share hasil training. Si Widi ini temen dari kantor sebelah yang gara-gara liat statusku di Path langsung pengen ikutan. Sebagai peserta gelap, dia duduk bareng aku yang kebagian tugas jadi MC di pinggir ruangan. Bukan apa-apa, untuk training gratis yang dinamai Lunch and Share ini, pesertanya emang dibatasi 20 orang saja. Oya, pada dasarnya QM Financial memang sering mengadakan acara semacam ini. Tapi kalo bukan karena Ivna yang tantenya kerja disana, kita engga bakalan tahu juga siy...

saya sedang ngemsi

Mba Titis dari QM Financial

Di acara ini, Mba Titis memulai dengan sharing contoh kasus para klien, tentunya dengan nama disamarkan. Tanpa foto juga, siy. Jadi kalopun yang tertimpa kasus adalah temen kita sendiri, kita mungkin tetep engga ngeh. Mulai dari kisah tentang seorang single berumur 27 tahun yang terjebak utang kartu kredit karena gaya hidupnya yang hedon dan hobi mahalnya, sampai ke seorang wanita karier yang terlihat mapan di usianya yang 40 tahun tapi ternyata engga punya duit buat nyekolahin S1 anaknya.

Dilanjutkan dengan analisis mengenai penggunaan kartu kredit di Indonesia. Percaya atau tidak, 8 dari 10 orang Indonesia terjebak hutang kartu kredit (CC). Sebenarnya punya CC itu menguntungkan asal dimanfaatkan sesuai fungsinya. Jangan lupa, bayar tagihannya juga kudu on time. Tentang cara pintar menggunakan CC sendiri pernah aku bahas di salah satu tulisanku. Monggo ditengok disini.

Dari CC, Mba Titis beralih ke pembahasan mengenai mahalnya biaya sekolah sekarang. Biaya masuk SD Swasta berkisar antara 20 - 60 juta. Perkiraan total biaya 1 orang anak dari mulai TK sampe kuliah adalah sebesar 3,6 M, yang kalo dirata-rata adalah 17 juta per bulan. Itu kalo di swasta, siy. Kalo anaknya bisa masuk ke sekolah negeri terus, engga sampe segitu juga, siy. Tapi ngeliat angka yang bombastis gitu, bikin keder juga yak. Sebagai seseorang yang merencanakan untuk punya anak, saya udah pusing duluan.

Emm, oke, biar saya engga ketakutan duluan, saya engga usah ngebayangin tentang biaya sekolah anak dulu deh. Pikirin dana pensiun aja. Jujur, saya bukan tipikal pegawai yang punya mimpi berada di puncak karier. Kalo pada usia 45 tahun tiba-tiba saya memutuskan untuk pensiun dengan perkiraan biaya hidup 5 juta per bulan, berarti saya membutuhkan 2,2 M. Biar dapet angka segitu, kata Mba Titis, saya kudu nabung 10 juta per bulan. Setelah saya itung-itung sendiri, ternyata 10 juta per bulan sampe saya mencapai usia 45 tahun juga tetep engga bisa kekumpul 2,2 M. Oh, iya ding, tadi kan yang dijadiin contoh adalah pegawai dengan usia di bawah saya! Ngokkk >.< Wis, embuh 10 juta, embuh 15 juta, iku piye carane, secara gaji ora tekan semono!
  
Sisipan :
Seorang teman yang adalah perencana keuangan sempat saya minta membaca tulisan ini. Ia menyebutkan bahwa sebenarnya angka yang harus ditabung tidak sampai 10 juta per bulan, namun 7 juta "saja". Perhitungan itu didapat jika kita mulai menabung sejak usia 30 tahun. Tapi 7 juta "saja" itu pun udah impossible juga siy, buat saya :p

Kata Mba Titis lagi, kalo kita cuma mengandalkan tabungan, memang akan terasa berat. Tapi akan berbeda jika kita berinvestasi. Ibaratnya, menabung itu seperti naik sepeda. Kalo berinvestasi itu seperti naik motor. Eh, pada nyambung engga siy, dengan perumpamaan tadi? Intinya, hasil yang didapatkan dengan berinvestasi itu jauh lah, dibanding naik sepeda, eh, menabung maksudnya!

Buat kamu-kamu yang masih berusia 25 tahun *kenapa bahasanya kayak di acara remaja gini*, investasi bisa dilakukan hanya dengan menyisihkan 450 ribu per bulan. Kalo ini, masih make sense lah, ya.

Sebagai penutup, Mba Titis semacam memberi kesimpulan tentang perencanaan keuangan alias financial planning. Dasar pertamanya adalah budgeting. Kita kudu bisa menyesuaikan antara uang masuk dengan uang keluar. Pasti masih inget dengan peribahasa "besar pasak daripada tiang" yang artinya lebih besar pengeluaran daripada penghasilan. Dalam hal perencanaan keuangan, yang kayak gitu wajib dihindari.

Kemudian, ibarat kapal *yeah, kita semacam lagi menyimak materi yang merupakan kombinasi antara pelajaran ekonomi dengan sastra*, di sana kudu tersedia sekoci-sekoci penyelamat. Ada sekoci berjudul "Pendidikan Anak", "Kesehatan Masa Tua", "Pensiun", sampai "Pernikahan Anak" pun kudu disiapkan mulai sekarang. Jangan lupa sekoci berlabel "Dana Darurat" yang kita engga pernah tau kapan akan berguna. Tiba-tiba aku keinget kebakaran Pasar Senen 4 hari yang lalu. Oke, saya memang engga punya lapak disana. Tapi kebayang aja kalo tiba-tiba rumah yang kita tempati tiba-tiba dilalap api di saat kita lagi terlelap. Kita mungkin bisa menyelamatkan diri, tapi harta kita di dalamnya tak sempat terselamatkan.

Atau kejadian tragis lain yang bisa terjadi adalah gempa. Oke, mungkin kita kebetulan engga tinggal di kawasan rawan gempa. Tapi bagaimana kalo ada sanak saudara kita yang terkena musibah gempa? Bagaimana kalo hal itu menimpa orang tua kita? Masa iya kita cuma bisa berdoa tanpa mengulurkan bantuan materi kepada orang-orang tercinta?

Sebelum tulisan ini berubah menjadi renungan seperti di acara jurit malam jaman masih Pramuka dulu, kita kembali ke acara siang itu. Setelah Mba Titis selesai dengan sharing Financial Planning-nya, ada Mas Wendy dari Panin Asset Management (Panin-AM) yang ngejelasin tentang Reksa Dana sebagai salah satu bentuk investasi. Saya sendiri dari jaman entah kapan udah penasaran ama yang namanya reksa dana ini, tapi belum berani membelinya. Karena belum paham kali, ya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Mas Wendy, tiba-tiba saya menjelma menjadi impulsive buyer. Saya pun membeli produk reksa dana yang ditawarkan. Bukan hanya satu, tapi dua. Kenapa bisa demikian? Oke, sedikit akan saya ceritakan tentang reksa dana. Sebagian besar saya comot dari buku tipis tentang reksa dana yang dikasih Mas Wendy. Sisanya dari situs Panin-AM plus googling dikit-dikit.

Reksa Dana adalah :
Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Reksa Dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk perbankan.

Penjelasan yang saya baca di sebuah artikel di mommiesdaily.com sepertinya lebih mudah untuk dimengerti. Reksadana adalah bentuk investasi secara kolektif. Berhubung persyaratan investasi awal di instrumen-instrumen investasi seringkali berjumlah besar dan pemilihan instrumen investasinya pun tergolong rumit, maka masyarakat diberikan kesempatan oleh Bapepam-LK untuk mengumpulkan dana mereka ke dalam wadah investasi untuk kemudian dikelola secara profesional.

Jadi, investasi ini dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional. Nah, MI ini nantinya akan mengelola dana yang sudah terkumpul tersebut dengan meng investasikannya ke berbagai macam produk investasi (saham, deposito, surat utang, dll). Biasanya setiap MI mempunyai beberapa produk yang mana disitu akan dijelaskan produk tersebut biasa mengelola dana yang ada untuk membeli saham apa aja.Jadi kita tidak terjun langsung memilih saham yang mau kita beli karena semua itu akan dikelola oleh MI. Oh iya dalam bahasa Inggris, reksadana dikenal dengan nama mutual fund.

Tujuh keunggulan reksa dana :
1. Dikelola oleh profesional
2. Pilihan reksa dana beragam
3. Minimum investasi murah dan ada autodebet
4. Likuid, pencairan dananya maksimal H+7
5. Bukan objek pajak
6. Fasilitas online
7. Harga yang transparan

Di butir 2, disebutkan bahwa pilihan reksa dana itu beragam. Reksa dana memang terdiri dari beberapa kategori sesuai dengan jenis aset yang dikelola. Berikut ini adalah beberapa jenis reksa dana :
  • Reksa Dana Saham
    Menempatkan sedikitnya 80% dari keseluruhan investasi pada saham yang terdaftar. Umumnya, fokus reksa dana ini adalah apresiasi modal jangka panjang. Reksa Dana Saham merupakan pilihan yang sesuai untuk investasi jangka panjang karena dapat memberikan imbal hasil yang tinggi dengan ketentuan dana awal yang rendah.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap/Obligasi
    menempatkan sedikitnya 80% dari keseluruhan investasi dalam efek yang bersifat hutang, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, agen pemerintah, maupun korporasi. Tujuan reksa dana ini adalah memberikan laju pendapatan tetap kepada pemodal. Reksa Dana Obligasi memberikan imbal balik yang lebih tinggi daripada suku bunga di pasar uang, baik dalam investasi jangka pendek, menengah, maupun panjang. Reksa dana ini cukup dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, di mana harga obligasi dapat turun seiring dengan kenaikan tingkat suku bunga.

  • Reksa Dana Campuran
    menempatkan investasi dalam gabungan efek ekuitas, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya. Tujuan reksa dana ini adalah memberikan pendapatan dan pertumbuhan yang stabil bagi pemodal. Reksa Dana Campuran umumnya memberikan pertumbuhan lebih tinggi daripada Reksa Dana Obligasi, dengan tingkat volatilitas yang lebih rendah daripada Reksa Dana Saham. Reksa dana ini sesuai untuk pemodal yang ingin berinvestasi pada saham dan obligasi sekaligus dalam sebuah sarana investasi.

  • Reksa Dana Pasar Uang
    Reksa Dana Pasar Uang menempatkan investasi pada efek hutang jangka pendek seperti sertifikat deposito, surat berharga komersial, dan SBI. Jenis reksa dana ini tidak mengenakan biaya pembelian maupun penarikan, dan bertujuan untuk menghasilkan laju pendapatan sambil menjaga tingkat likuiditas. 

Oya, tadi saya sempat bilang kalo saya membeli 2 produk sekaligus. Pilihan produk menyesuaikan dengan tujuan dan profil nasabah, ya. Kalo saya, untuk tujuan jangka menengah, saya pilih Panin Dana Bersama Plus yang merupakan reksa dana campuran. Sedangkan untuk tujuan jangka panjang, saya mengambil Panin Dana Maksima yang merupakan reksa dana saham. Pertimbangan memilih kedua produk itu bukan semata karena saran dari Mba Defie, marketing yang siang itu turut mendampingi Mas Wendy, tapi juga ngeliat kinerja historisnya gitu siy (baca : melihat grafik dan analisa statistiknya).

Prosedur pembelian reksa dana ini juga gampang banget! Untuk subscription pertama kali (gampangannya waktu daftar/apply lah), cukup dengan menyerahkan fotokopi KTP dan NPWP, mengisi formulir pembukaan, dan mengirimkan bukti setoran (bisa via email). Transaksi pembelian reksa dana ini memang engga bisa dilakukan dengan cara setor tunai, tapi kudu melalui rekening dimana nama pemilik rekening sumber dana investasi di bank kudu sama dengan nama pemilik reksa dana. Setoran awal ini dikenakan biaya (namanya fee in) sebesar 2% dari nominal setoran. Oya, kalo pengen transaksi dilakukan hari itu juga, bukti setoran harus diserahkan sebelum jam 12. Kalo ada yang nanya, kudu punya duit berapa untuk pureksa dana? Kalo Panin, cukup 250 ribu saja.

Untuk selanjutnya gimana? Boleh aja siy, kalo kita cuma ngediemin uang yang udah kita setor di awal tadi, engga pake nambah-nambah lagi. Kalo mau ngecek saldo, bisa lewat situs Panin-AM. Setiap nasabah memiliki akun disana (username dan password aku terima via email 9 hari setelah aku daftar).

Kalo aku niy, pengennya nambah setoran terus tiap bulan. Rutin, dengan nominal yang tetap. Anggep aja nabung, walo hasilnya emang engga bisa disamain dengan nabung biasa cos namanya investasi ada naik-turunnya. Biar engga ribet, aku mendaftar auto debet. Panin-AM udah kerja sama ama 5 bank besar yaitu Bank Panin (pastinya), BCA, Bank Mandiri, BRI, dan CIMB Niaga dalam program auto debet reksa dana. Melengkapi formulir dan persyaratan pembukaan lain di paragraf sebelumnya, untuk fasilitas auto debet ini aku kudu mengisi formulir auto debet dan surat kuasanya plus menyerahkan fotokopi buku tabungan. Aplikasi diberikan 14 hari sebelum tanggal auto debet. Biaya transaksi auto debet ini adalah 1% dari nominal setoran.

Oya, kalo suatu saat kita mau top up atau menambah dana investasi, Panin-AM sudah menyediakan fasilitas Top Up Online. Cukup dengan membuka situs Panin-AM, lalu log in di bagian nasabah. Trus pilih layanan Top Up Online dan mengisi data di formulir yang tersedia. Setelah itu, kita akan mendapat konfirmasi tentang penambahan dana investasi. Bila setuju, maka transaksi top up akan berlangsung. Status transaksi (gagal atau berhasil) akan dikirimkan melalui email di hari itu juga.

Untuk transaksi redemption (pencairan reksa dana) atau switching (pemindahan dari reksa dana A ke reksa dana B), cukup dilakukan dengan mengisi formulir redemption/switching dan mengirimkannya sebelum jam 12 siang. Bisa dikirim via email juga, siy.

Nulis apa lagi, ya? Sementara itu aja kali, ya. Ntar kalo sempet en engga males, aku lengkapin lagi, deh. Selamat berinvestasi *ngomong ama diri sendiri*. Hehehe...

8 comments:

  1. makasih mba isti udah sharing2 ilmunya, aku juga lagi belajar reksadana nih mba, dan akhir tahun kemaren memberanikan diri buka reksadana buat dana pensiun, autodebet tiap bulan, biar disiplin investasinya

    ReplyDelete
  2. kalau ttg keuangan, saya harus bacanya hati2. Kadang berulang2, suka khawatir kurang paham :)

    ReplyDelete
  3. Reviewnya lengkap ya mak isti ^^ thanks for sharing mak

    ReplyDelete
  4. @Mba Dian : Sama-sama, mba, niy juga lagi belajar. Iya mba, enak kalo pake autodebet itu ya...
    @Mak Myra : Sama, Mak, saya juga bacanya berulang-ulang, nulisnya juga ngati-ati, hihihi...
    @Mak Mia : Makasiy, Mak, kalo dibilang lengkap, sebenarnya masih pengen aku perlengkap lagi siy kalo engga males, hihihi... You're welcome, Mak... Makasiy juga udah mampir ;)

    ReplyDelete
  5. bisa beli Reksadana di bank cabang nda yah? misal beli reksadana di Bank Mandiri cabang Tegal gitu

    ReplyDelete
  6. Bank Mandiri telah terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana di BAPEPAM-LK. Jadi mustinya bisa apply di semua kantor cabang Bank Mandiri. Coba datang langsung ke Mandiri Cabang Tegal ya, Pak :)

    ReplyDelete
  7. mba ak seorang mahasiswi akhir jadi agak free pengen banget bisa memulai usaha kebetelun sy kmrn lihat bahwa reksadana it investasi gitu yah bisa dilakukan dg modal yg kecil sekitar 1 jutaan menurut mba reksadana yg gimana yah cocok sma sya sebagai seorg pemula

    ReplyDelete
  8. Untuk jenis reksadana yang cocok, disesuaikan dengan profil risiko mba azizah. Kebetulan saya baru membuka akun di Commonwealth, disana ada kuesioner yang harus diisi oleh nasabah sebelum menentukan jenis reksadana yang akan diambil. Kalo saya, karena tipe agresif, jadi oke2 saja mengambil reksadana saham. Tapi ada juga orang yang bertipe konservatif yang cenderung menghindari risiko sehingga lebih cocok dengan produk kas dan pasar uang. Ada lagi yang bertipe moderat alias bisa menerima sedikit risiko asal dalam jangka panjang modalnya bisa kembali. Tipe ini cocok dengan reksadana campuran ekuitas dan obligasi, tanpa unsur pasar uang, reksadana saham dengan return-nya stabil, properti dan logam mulia.

    ReplyDelete