Friday, 27 June 2014

Merasakan Sensasi Berada di Dalam Film dengan 4D Experience

Caution :
Jangan dibaca kalo ada niatan nonton Transformers 4DX. Tapi kalo cuma pengen nonton versi 2D ato 3D, don't worry, disini saya engga bakal ngebocorin ceritanya, kok.

sensasi "I'm in the movie" (gambar dari sini)

Aku udah pernah cerita, belum ya, kalo aku ketiduran waktu nonton film Transformers entah yang keberapa. Kalo engga salah siy, Transformers 2. Walopun waktu itu udah milih versi 3 dimensi, tetep aja aku udah ngerasa ngantuk banget padahal belum juga 1 jam nonton. Jadinya kemarin lusa waktu Ivna ngajakin nonton Transformers 4 : Age of Extinction, aku langsung menolak dengan keras. Aku bilang, kalo dia mau nonton berdua Ratna, engga apa-apa, ntar aku nonton film lainnya. Tapi trus Ivna bilang, dia pengen nonton yang 4DX alias versi 4 dimensinya. Wah, kalo itu, boleh deh. Cos sensasinya jelas beda. Karena kehabisan tiket untuk kemarin lusa yaitu Premiere-nya, jadi kita beli yang besoknya aja alias kemarin malem (hari Kamis).

Tentang Transformers 4 : Age of Extinction sendiri, ini sinopsisnya (disalin dari webnya Blitz):
Seorang mekanik otomotif dan puterinya menemukan rahasia, sesuatu yang bisa menjatuhkan Autobots dan Decepticon. Dan kini mereka harus menghadapi pemerintah yang menjadi paranoid karena temuannya itu.

Transformers 4 (gambar dari sini)

Nizam ngantuk...

ini kenapa Ratna ngeksis mulu

Nizam ikutan juga? Iya dunk. Karena kita milih film yang jadwalnya jam 20.45, kita siy ngiranya Nizam udah bobo, jadi engga masalah walo diajak masuk ke studio (kalo istilah di Blitz siy : Audi). Yang ada, di film pembuka, Nizam rewel gitu, ngoceh "udah, udah", semacam request buat menyudahi sensasi gerakan yang ada, walo dia dalam posisi digendong mamanya. Untung engga lama kemudian dia ketiduran. Aneh juga siy dia bisa engga kebangun-bangun lagi secara mamanya udah kuatir aja dia bakal ketakutan trus mamanya terpaksa kudu keluar studio en ngerelain duitnya melayang. Hihihi...

Oya, film pembuka ini semacam short film yang merangkum kelima sensasi 4DX. Semacam teaser 4DX lah.

Apa siy kelima sensasi 4DX itu? Oke, simak penjelasanku ya. Teknologi 4DX alias 4D experience dihadirkan oleh bioskop yang dilengkapi dengan kursi-kursi, sound system dan special effect yang telah diprogram secara khusus dan sesuai alur cerita dalam film. Berbagai special effect inilah yang memberikan sensasi lebih bagi para penonton, yaitu sensasi "I'm in the movie" atau  serasa berada di dalam film.

susunan kursi di bioskop 4DX (gambar dari sini)

Beberapa theme park menyediakan film pendek dengan format 4 dimensi, misalnya di Dufan atau Trans Studio. Kalo mau yang efeknya lebih keren tapi tempatnya deket-deket aja, bisa mencoba wahana-wahana di Universal Studios Singapore *jadi kangen kesana lagi*. Bedanya, kalo di theme park gitu, filmnya singkat doang, palingan cuma 10 menit. Kalo di bioskop, durasinya jelas jauh lebih lama, sepanjang film yang ditayangkan tentunya.

Di Indonesia, bioskop yang mampu menghadirkan film 4 dimensi baru Blitz Megaplex, terdapat di beberapa mall di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung, Balikpapan, dan Batam. Di bioskop 4DX, selain disuguhi pemandangan 3 dimensi di layar (jangan lupa pakai kacamata 3D dulu), penonton juga akan merasakan 5 sensasi yang disebutkan dalam tagline 4DX yaitu motion, water, wind, scent, light (gerakan, air, angin, aroma, cahaya).

5 sensasi 4DX (gambar dari sini)

Kursi yang diduduki akan bergerak atau bergetar seiring pergerakan objek dalam film. Jangan kaget pula bila tiba-tiba ada cipratan air dari depan atau belakang. Tapi engga usah lebay pake acara bawa payung ato jas ujan loh ya. Cipratannya ringan aja kok. Hembusan angin, udara dingin maupun panas juga dapat dirasakan. Kalo tayangan filmnya memperlihatkan banyak asap, bisa jadi ruangan studio akan dipenuhi asap pula. Indera penciuman akan disuguhi aroma wangi apabila setting adegannya di hutan atau taman bunga misalnya. Kalo di film Transformers kemarin, aroma yang sesekali muncul adalah bau gosong >.< Kilatan-kilatan cahaya juga akan mengiringi beberapa adegan. Denger-denger ada efek gelembung sabun (bubble) juga pada film 4DX, tapi sampai aku menonton 3 film dengan 4D experience ini, aku masih belum pernah nemu bubble-nya.

Dibandingkan 2 film lain yang aku tonton sebelumnya yaitu Percy Jackson: Sea of Monsters (merupakan film 4DX perdana di Blitz Megaplex, ditayangkan pada bulan Agustus 2013) dan Gravity, sensasi yang dirasakan saat menonton Transformers ini lebih heboh. Kalo adegan pertarungan, kita bakal ngerasa disodok-sodok dari belakang. Ada juga yang bikin kaget yaitu pada satu adegan dimana ada sosok dalam film yang menjulurkan lidah panjangnya, eh trus kaki kita kayak ada yang ngebelit gitu.

Dari segi cerita, niy film ngebosenin ya, menurutku. Mana durasinya lama banget. 165 menit, gitu. Kalo kata Ratna, itu karena aku engga suka film beginian. Walo aku sepakat ama Ratna kalo karakter Shane yang diperankan oleh Jack Reynor disini keren. Shane itu pacarnya Tessa (Nicola Peltz) yang merupakan puteri dari Cade Yeager (Mark Wahlberg), mekanik otomotif yang aku sebut dalam sinopsis di atas. Tapi kata Ivna, emang masih bagusan Transformers yang sebelum-sebelumnya deh.

Untungnya aku tertolong dari ancaman ketiduran karena sensasi 4DX-nya. Masalahnya gerakan-gerakan dan sodokan-sodokan yang aku rasakan selama 2 jam lebih itu bikin lumayan cape juga, kayak abis offroad gitu. Pas selesai nonton, berasa langsung pengen pijet aja *lebay*. Eh, ini engga cuma aku yang ngerasain loh. Ratna en Ivna juga berasa langsung pengen divisum, buat mengecek apakah punggungnya memar-memar abis nonton 4DX!

Eh, tapi film 4DX ini memang engga direkomendasikan untuk ibu hamil, lansia, penderita epilepsi, sakit jantung, sakit punggung, penyakit saraf, juga buat yang punya motion sickness atau kondisi-kondisi sensitif lainnya. Kalo cuma sensitif karena lagi galau ato lagi patah hati, malah disarankan untuk nonton 4DX ini. Hihihi...

Emm, apa lagi ya? Oh, iya, harga yang harus dibayar untuk merasakan sensasi berada di dalam film ini lumayan mahal juga. Harga dasar tiketnya yaitu 105ribu (Senin-Kamis) atau 125 ribu (Jumat-Minggu). Kenapa aku bilang harga dasar, karena di luar harga tersebut masih ada yang namanya riding service fee yaitu 20% dari harga dasar tiket. Kalo pembelian tiket dilakukan lewat online booking, ada biaya lagi yang namanya service charge.

Pesen online bisa dilakukan disini. Kudu register dulu sebelum mulai pesen tiket ya. Enaknya beli online adalah bisa liat ketersediaan kursi untuk kemudian memilih kursi yang diinginkan. Bisa langsung pesen snack juga siy. Pilihan pembayarannya ada 2 yaitu dengan Blitz card atau dengan kartu kredit. Aku kurang tau berapa service charge yang dikenakan untuk pembayaran dengan Blitz card. Kalo dengan kartu kredit, service charge-nya adalah sebesar 8% dari harga dasar plus riding service fee.

Jadi harga bersih yang harus dibayar untuk hari Senin - Kamis adalah Rp 136.080, sedangkan untuk Jumat - Minggu sebesar Rp 162.000. Bisa buat nonton rame-rame yang versi 2D-nya yak. Hehehe... But it's worth a try.

tiketnya minimalis

Oya, abis beli tiket, jangan lupa dicetak di Blitz Ticket Machine ya. Ntar-ntar aja nyetaknya kalo udah mau nonton. Kalo kita beli tiketnya untuk minggu depan, ya engga usah heboh langsung capcus ke Blitz cuma buat nyetak tiket doang. Bukan apa-apa, rugi di ongkos ama bayar parkir, gitu. Hihihi... Jadi begini, kalo transaksi pembelian tiket berhasil, kita bakal dapet yang namanya Purchase ID dan Passkey yang diperlukan untuk mencetak tiket. Kalo bayar tiketnya pake blitzCard, kedua informasi ini engga terlalu diperlukan siy, karena ada mesin pembaca khusus untuk blitzCard di blitzCard Machine.

Btw, ini awalnya aku cuma mau cerita tentang sensasi nonton Transformers, eh lha kok malah kayak jadi marketingnya Blitz Megaplex tho? #feemanafee Ya wes, buat yang penasaran pengen ngerasain langsung sensasi "I'm in the movie", monggo langsung ke Blitz Megaplex terdekat yaaa...

15 comments:

  1. udah lama bgt ga ke bioskop... smoga suatu saat bisa ngerasain studi 4d di blitz...

    ReplyDelete
  2. Ayo nonton bareng di Blitz, Mak Lia :D

    ReplyDelete
  3. Isthiiii...
    berarti aku pernah nonton 4 dimensi waktu di Ancol dong yaaah...
    *sebelumnya gak ngeh artinya 4 dimensi...hihihi...*

    Waktu itu juga sama sih, ada cipratan air dan kursinya goyang2, untung Fathir berani dan gak minta keluar, padahal aku udah was-was aja tuh...

    Duh tapi 105 ribu yah? Lumayan juga yaaaaah...
    Kayaknya mah di Bandung belum ada deh,...

    ReplyDelete
  4. Iya, Bi, yang di Ancol itu beneran 4 dimensi juga kok. Tapi short film gitu. Wah, Fathir emang pemberani kayak mamanya :D *kasih dua jempol*
    Di Bandung udah ada Blitz Megaplex kok, Bi, di PVJ. Ada 4DX-nya juga. Cobain aja Bi, tapi siap-siap mumet soalnya kursinya goyang-goyang terus, hahaha... Hmm, tapi harganya juga mayan siy, apalagi kalo bibi nonton musti berempat yak >.<

    ReplyDelete
  5. kunjungan perdana, salam perkenalan dan selamat menunaikan ibadah puasa. silahkan berkunjung balik ketempat saya, , barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran anak2, sangat cocok sekali untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak serta membantu mendidik ,membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan ditunggu kunjungan baliknya, mohon maaf bila tdk berkenan ^_^ terima kasih

    ReplyDelete
  6. wah saya sudah hampir 3 bulan ga pernah nonton di bioskop lagi, salam kenal ya bu dan selamat menunaikan ibadah puasa

    ReplyDelete
  7. Waduuh..kepengen mbaak. Sayangnya di Makassar belum ada :'(

    ReplyDelete
  8. @Ditoko kita : Salam kenal juga. Makasiy sudah mampir kesini. Makasiy juga infonya ya :)
    @Album Riri : Salam kenal dan selamat menunaikan ibadah puasa juga bu... Wah, engga kangen buat nonton di layar lebar?
    @Mba Farihah : Iya, ya, sayang di Makassar belum ada, padahal menurut saya pangsa pasar Makassar untuk Blitz udah gede... Ayo main ke Jakarta aja, mba, nanti saya ajak ke Blitz ;)

    ReplyDelete
  9. Wuaaa, tambah seru kalau nonton yang 4D yah, Mbak. jadi pengeeen, tapi di Malang sepertinya belum ada, hihi. tapi baca di atas jadi ngeh, makasih :), selamat menunaikan Ibadah Puasa, Mbak :)

    ReplyDelete
  10. Di Malang memang belum ada 4D, tapi di sana ada Sarinah Cineplex dengan Executive Class-nya yang semacam Velvet Class-nya Blitz. Monggo dibaca disini : http://www.istithoriqi.com/2014/01/pulang-ke-kotaku.html

    ReplyDelete
  11. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete
  12. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    ReplyDelete
  13. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    ReplyDelete
  14. @Putri en Riri : Makasiy... mohon maaf lahir batin juga ya...

    ReplyDelete